Selasa, 29 Januari 2013

Belajar di Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK)

Pusat Layanan Internet Kecamatan yang populer disebut PLIK adalah salah satu program pemerintah yang dipegang oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) RI. Program ini menunjuk mitra di tiap kecamatan di seluruh Indonesia.

Di Kabupaten Sinjai Sulawesi Selatan untuk tahun 2012 ini ada 5 titik lokasi PLIK sentra produktif dengan penyedia PT. Multidata Rancana Prima.

Salah satu PLIK yaitu PLIK 041 yang dikelola oleh Relawan TIK Sinjai sejak dua bulan lalu telah memberikan pelatihan membuat blog kepada siswa SMK Muhammadiyah kelas 2 dan kelas 3.

PLIK ini berada di kawasan terminal Lita - Kompleks Dinas Perhubungan Sinjai.
Karena jumlah PC terbatas maka setiap sesi pelatihan hanya berjumlah 5 peserta.

Pelatihan dimulai dengan perkenalan tentang manfaat blog yang dilanjutkan dengan praktek membuat akun email di gmail dan blogger.com.

Peserta terlihat antusias membuat dan mengedit blognya dan mulai membuat tulisan dan membagi alamat blognya di facebook.

LIRA Temukan Masalah di Proyek PLIK

INILAH.COM, Jakarta - Proyek Penyedia Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang dikelola Kemenkominfo ditemui banyak yang bermasalah. Perusahaan pelaksana proyek diduga juga kongkalikong dengan PT. Surveyor Indonesia.

"Di daerah Pulau Jawa PLIK diperkirakan 50 persen belum selesai dan di daerah Sumatera 70 persen belum tercapai, padahal pembayaran sudah selesai. Dari hasil investigasi kami mendunga adanya permainan antara oknum Menko Info dengan rekanan yang diduga berpotensi menimbulkan kerugian negara ratusan milyar," ujar Presiden Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Jusuf Rizal di Jakarta, Rabu (21/11/2012).

Menurut Jusuf Rizal pengelolaan dana USO (Universal Service Obligation) yang jumlahnya mencapai Rp 1,4 Triliun per tahun di Kemenkominfo dinilai kurang transparan dan diduga dikuasai mafia proyek telekomunikasi.

PLIK dan MPLIK sendiri dikelola oleh Balai Penyedia dan Pengelola Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI), Dirjen Pos dan Telekomunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Masalah penyediaan PLIK ini lanjut Jusuf Rizal sudah pernah ditanyakan ke beberapa Kepala Daerah, seperti Bupati Pamekasan, H. Kholilurrahman yang tak tahu keberadaan PLIK itu.

Bupati tersebut mengaku belum pernah dan tidak tahu keberadaan PLIK, jika memang itu diperuntukkan kepada masyarakat guna pelayanan internet di setiap kecamatan. Begitu juga Kabupaten lain.

PLIK yang pernah diresmikan dan dihadiri oleh Anggota Komisi I DPR RI, Roy Suryo di daerah Prambanan, Yogyakarta, menurut informasi yang disampaikan masyarakat ke LIRA, seusai peresmian seremonial juga tidak berjalan alias itu tipu-tipu untuk mengelabui pejabat yang meresmikan.

"Ini tentu saja memprihatinkan. Karena itu diduga adanya mafia proyek," ujarnya.

Ketika ditanya kemungkinan diduga keterlibatan Menkominfo Tifatul Sembiring, menurut Jusuf Rizal pihaknya akan menelusuri, sebab ini menyangkut dana lebih besar dari kasus Hambalang, Kemenpora. "Jadi tim IT LIRA akan menelusuri proses tender hingga implementasi di lapangan. Jika Tifatul diduga terlibat, kami akan laporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan bukti-bukti awal termasuk perusahaan rekanan,"tegasnya.

Guna menelusuri dugaan adanya penyalahgunaan wewenang, Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), LIRA bersama Federasi LSM Indonesia (FELSMI) akan membentuk tim investigasi. LIRA juga telah mengantongi nama staff khusus Tifatul yang diduga memainkan proyek USO trilliunan rupiah itu.

"Kami juga menengarai PT Surveyor ikut terlibat dalam praktek KKN PLIK tersebut karena survey yang mereka lakukan diduga dimanipulasi. LIRA akan pertanyakan secara resmi kepada Direksi PT. Surveyor nanti," katanya.[dit]

warnet plik

KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA
REPUBLIK INDONESIA
Menuju Masyarakat Informasi Indonesia